Jumat, 23 November 2018

Tips membuat resensi

Salam Literasi !

hai sobat dunia literasi. kali ini saya akan membahas mengenai cara mudah untuk membuat resensi.

Resensi merupakan kegiatan mengulas kembali isi buku, beserta dengan kelebihan dan kekurangannya. Dalam meresensi kita harus jujur mengungkapkan fakta sesuai dengan keadaan buku yang sebenarnya. Tidak boleh melebih-lebihkan atau malah menjatuhkan buku tersebut.

Tujuan meresensi tiap orang tentu saja berbeda-beda. Ada yang sekedar menulis resensi untuk tugas sekolah, atau juga ada yang menjadikan resensi sebagai penghasilan tambahan.

Namun untuk menjadikan resensi kita memiliki nilai, gampang-gampang susah. kita harus menghasilkan resensi yang komperehensif namun tajam. Bukan hanya sekedar membahas isi buku namun harus menukik dan menggetarkan. Artinya resensi kalian harus mudah dimengerti dan bersifat persuasif.

Banyak dari kalian yang bingung bagaimana cara untuk meresensi agar mudah.
Ada beberapa tips dari saya :

1. Baca buku secara keseluruhan

Apabila kita ingin mengulas sebuah buku, kita harus mengetahui isinya secara keseluruhan. Jangan sampai, hanya membaca 5 bab dari 10 bab buku. Dalam artian hanya baca setengahnya saja. Karena jika demikian, Informasi yang kita serap tidak akurat sehingga penyampaiannya tidak lugas dan terkesan memaksakan.

2. Tandai bagian-bagian penting

Menandai bagian-bagian terpenting dari buku, akan membantu kita dalam meresensi. Ini menghindari kita dari kebingungan dan kehabisan ide menulis di tengah jalan. Tentu saja kalian tidak mau kan, harus membaca ulang buku tebal itu sekali lagi karena lupa dengan hal-hal pentingnya? Maka jangan lupa siapkan stabilo atau pembatas untuk menghindari lupa isinya.

3. Hindari kata "kita", dan "saya"

Meresensi ditujukan untuk banyak orang. Maka perhatikan hal-hal sederhana seperti ini. Contoh "buku ini mengajak kita untuk peduli terhadap lingkungan" bagaimana dengan "buku ini mengajak setiap orang yang membaca untuk peduli terhadap lingkungan" tentu saja opsi kedua lebih enak dibaca. 

4. Ungkapkan secara jujur

Mengungkapkan isi buku secara jujur adalah sebuah hakikat bagi resentator. Ungkapkan apa adanya kelebihan dan kelemahan buku yang kamu baca tanpa menambahi atau mengurangi pesan atau isi dari buku yang kamu baca.

5. Bahas di permukaannya saja

Resensi bukan menceritakan seluruh isi buku yang kalian baca. Namun berisi pesan atau ajakan agar orang yang membaca resensi kalian penasaran dan ingin memiliki bukunya. Jadi, bahas yang ada di permukaannya saja, jangan seluruh hal yang ada di buku itu kalian bahas. Itu sangat tidak efektif.

6. Jangan paksakan jika stuck

Otak manusia perlu beristirahat agar lebih produktif. Maka jangan paksakan apabila kalian kehabisan kata-kata dalam meresensi. Beristirahatlah sejenak untuk memulihkan kemampuan kalian dalam menuangkan kata-kata.

Itu adalah beberapa tips dari saya mengenai cara meresensi buku agar lebih mudah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para resentator maupun calon-calon resentator. Selamat mencoba !

Kamis, 22 November 2018

Kilas Balik Lomba Resensi

Salam Literasi !

Bertemu lagi dengan saya, sobat dunia literasi. Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang lomba meresensi yang pernah saya ikuti.

apa sih meresensi itu dan apa tujuannya?
Meresensi adalah kegiatan mengulas kembali isi buku, yang tujuannya adalah :
  1. Memberikan gambaran kepada semua orang tentang buku tersebut
  2. Mempromosikan buku tersebut
  3. Sumber penghasilan
Waktu dulu, setelah membaca novel yang saya beli saya simpan begitu saja. Karena waktu itu saya belum mengetahui apa yang bisa dilakukan lagi dengan sebuah buku? Ya jelas hanya membacanya !

Namun mindset tersebut berubah ketika saya iseng-iseng searching di google mengenai lomba-lomba dalam dunia tulis menulis. kemudian saya tertarik dengan lomba meresensi novel karya Aguk Irawan yang diadakan oleh Republika Penerbit. Apalagi hadiah yang ditawarkan juga lumayan besar.

Akhirnya, saya cari buku Aguk Irawan di toko buku namun tidak ada karena memang toko buku di kota saya tidak sebesar dan lengkap seperti di kota-kota besar lainnya. Apalagi jika mencari buku terbitan yang benar-benar baru.

Akhirnya saya memesan lewat salah satu aplikasi online, buku berjudul senandung bisu. dan selang 4 hari barangnya datang.

Saya baca secara keseluruhan dan mulai membuat resensi. Awal membuat resensi memang agak sulit. Bukan apa-apa, sulit dalam memilih apa saja yang perlu di masukkan dalam resensi kita. Jadi saya akan buat postingan mengenai cara meresensi agar mudah. di postingan berikutnya ya guys.

Nah setelah selesai saya posting di instagram dan link nya saya kirim ke email redaksi republika. awalnya saya berpikir tidak menang karena banyak sekali yang ikut dan tentunya banyak yang lebih baik resensinya dari saya.

Tapi, Puji Tuhan, seminggu setelah saya mengirimkan resensi saya dan tiba waktu pengumuman. Saya terkejut melihat pengumuman melalui post instagram Republika Penerbit. Nama saya tercantum sebagai juara kedua.

Sebuah pencapaian yang membuat saya kaget setengah mati, senangnya bukan main. Harapan saya semakin melesat jauh sekali menembus cakrawala XD ga sia sia saya repot-repot beli di toko online, karena saya tipe orang yang tidak suka beli-beli di online shop.

Setelah 2 minggu hadiah pun datang, ada paket buku dan sertifikat. Juga ada hadiah uang tunai yang lumayan buat anak sekolah seperti saya. Rejeki nomplok.


Nah sekian postingan kali ini, sampai berjumpa di postingan-postingan lainnya guys !

Rabu, 21 November 2018

Reward Resensi dari Penerbit

Salam Literasi !

kembali lagi bersama Kelvin admin dunia literasi di postingan kedua. Hari ini saya akan membahas mengenai reward resensi yang diberikan penerbit untuk tiap naskah resensimu yang diterbitkan di media cetak / media digital. Namun yang saya ketahui, penerbit tidak memberikan reward jika resensimu hanya diposting di medsos, blog, goodreads atau media online lainnya.

Pasti banyak yang bertanya-tanya, apa reward yang diberikan penerbit?
penerbit biasanya akan memberikan reward berupa buku - buku terbitan baru mereka, atau ada juga yang memberikan uang tunai. Sesuai dengan kebijakan penerbitnya.

Biasanya kalian bisa request buku sesuai dengan keinginan kalian. Atau kalau kalian bingung memilih atau tidak bisa memilih aku atau dia *eeeeeh maksudnya milih bukunya, nanti pihak penerbit akan memilihkan buku yang akan diberikan pada kalian.

Kenapa sih penerbit kok mau memberikan reward tiap resensi kita dimuat di media cetak atau digital?
Karena kalian membantu dalam mempromosikan buku-buku terbitan mereka, melalui resensi kalian yang sudah di publikasikan ke berbagai media cetak atau digital. Untuk itu penerbit mengapresiasi dengan memberikan buku-buku terbaru, dan harapannya kalian bisa meresensinya lagi.

Gimana sobat, Meresensi ternyata pekerjaan yang sangat menggiurkan ya? kalian bisa menganak pinakkan buku kalian, lumayan kan bisa dikoleksi atau bisa buat perpustakaan pribadi kalo udah banyak banget xixixi.

Saya berikan contoh salah satu penerbit yang memberikan reward bagi para resentator yang resensinya dimuat di media cetak atau digital, yaitu REPUBLIKA PENERBIT. Di postingan akun instagramnya ada beberapa post yang isinya ajakan untuk meresensi. Seperti ini :
jika kalian penasaran follow aja di instagram @bukurepublika

Itu hanya contoh saja sobat. ga hanya republika kok masih banyak penerbit lain yang memberikan reward resensi, seperti Gramedia, Mizan, dll.

kemudian saya akan memberikan contoh mengonfirmasikan resensi kalian yang sudah dimuat di media cetak. Seperti ini :

Yth bagian promosi Republika Penerbit.
Salam sejahtera,
Semoga bapak/ibu berada dalam lindungan Tuhan yang maha esa.

Dengan ini saya ingin mengonfirmasikan bahwa resensi saya berjudul gagasan, pencerahan, kiat inspiratif BJ Habibie dari buku The Power of Ideas karya A. Makmur Makka dimuat di koran jakarta edisi sabtu 17 November 2018.

Berkenaan dengan itu, sudilah kiranya Republika Penerbit kembali mengirimkan buku-buku terbarunya (request kalian) untuk kembali saya resensi di media cetak atau digital lainnya.

Alamat : ......
No Telepon : .081XXXXXXXXX

Demikian konfirmasi saya, atas perhatian bapak/ibu saya ucapkan terima kasih.

Hormat Saya,
.....

kemudian kalian kirim dengan subyek sesuai dengan ketentuan penerbitnya, kalo di Republika subyeknya : resensi buku. Kemudian kirim ke bagian promosi penerbit tersebut.

Cukup sekian postingan kali ini, semoga bermanfaat !



Selasa, 20 November 2018

Tips mengirim resensi ke Koran Jakarta 2018


Salam Literasi !

Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman sebagai resentator. Tepat pada tanggal 11 november 2018 kemarin, saya mengirim resensi kedua saya ke Koran Jakarta berjudul "gagasan, pencerahan, kiat inspiratif BJ Habibie" dari buku yang berjudul "the power of ideas" karya "A. Makmur Makka", setelah resensi pertama saya ditolak. Sekedar info, buku itu saya dapatkan gratis dari Republika Penerbit karena bulan lalu saya berhasil memenangkan lomba resensi :D (*gaada yang nanya)

Nah saya sempat putus asa. Tiap hari saya mengecek website korjak berulang-ulang, namun resensi saya belum juga dimuat. jadilah saya galau karena merasa tidak ada harapan. Saat itu saya berpikir naskah saya tidak diterima (masang muka pesimis). Namun keajaiban suka datang tiba-tiba, dan itu bertepatan setelah saya membaca mantra harry potter (maaf ga nyambung :")), 

Waktu harapan semakin mengecil, pada hari sabtu, 17 november 2018, sekitar pukul 7 malam, saya mengecek website  koran jakarta dan boom, Resensi saya dimuat pukul 6 pagi. agak kaget awalnya, saya jingkrak-jingkrak alay karena merasa bahagia sudah berhasil menembus salah satu koran yang cukup konsisten menerbitkan resensi-resensi dari penulis lepas tiap harinya kecuali hari minggu.

Dari pengalaman saya, saya ingin berbagi tips kepada para penulis lepas yang ingin agar resensinya dimuat di koran jakarta. menurut saya koran jakarta adalah media yang terbuka terhadap penulis-penulis baru.
  Yang harus kalian lakukan antara lain :
  1. Berdoa dulu
  2. Siapkan buku non fiksi bisa biografi atau buku pengetahuan. buku fiksi pun bisa, akan tetapi koran jakarta lebih berorientasi pada buku-buku non fiksi.
  3. usahakan buku yang kamu resensi terbitan di tahun itu. sekarang kan tahun 2018 mau ke 2019 nah kalian pilih buku terbitan 2018 atau juga bisa kok yang tahun 2017, asalkan novel yang mau kalian resensi masih beredar di pasaran dan masih eksis tentunya.
  4. Baca dulu seluruh isi buku secara komperehensif (secara keseluruhan).
  5. Beri tanda, bisa menggunakan stabilo di bagian-bagian yang menurut kalian penting. karena itu akan berpengaruh pada saat tahap meresensi.
  6. Mau tidak mau kalian harus menyesuaikan bahasa tulisan kalian dengan koran jakarta. untuk tahu lebih jelasnya, bisa kalian cek di website koran jakarta bagian perada.
  7. Setelah itu buatlah resensi dan kupas keseluruhan isi buku. Tapi, jangan terlalu bertele tele, cukup di permukaannya saja. Bila perlu kalian beri kutipan halaman. tapi saya tidak cantumkan.
  8. untuk ketentuan naskah, saya menggunakan kertas A4, times new roman 12pt, dan panjang karakter dengan spasi 4000 character, atau juga bisa kurang.
  9. Lengkapi naskahmu itu dengan judul buku, penulis, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, kalo ada harga cantumkan harganya. Jangan lupa berikan cover buku kalian di bagian kiri atas di bawah judul resensi kalian.
  10. Ingat satu hal, tujuan kalian meresensi adalah untuk mempromosikan buku tersebut agar diminati banyak orang, bukan menceritakan keseluruhan isi dalam novel yang kalian baca.
  11. Setelah selesai membuat resensi, periksa typo dan segala kesalahan ejaan atau tanda baca.
  12. Setelah itu di bawah naskahmu lengkapi dengan biodata kalian. nama lengkap, no telepon, pekerjaan, foto atau scan ktp, jika masih pelajar dan belum memiliki ktp bisa menggunakan kartu pelajar atau ktm. Jangan lupa cantumkan foto terkeren kalian dan memberikan no rekening kalian.
  13. Setelah kalian yakin dengan resensinya. kirimkan naskahmu ke opinikoranjakarta@gmail.com di bagian subjek kalian tulis : (Perada - judul buku) dan di bagian badan teks kalian buat sedikit pengantar.
  14. kemudian kirimkan naskahmu dan cek tiap hari website koran jakarta, karena tidak ada pemberitahuan ketika naskahmu di publikasikan. 
  15. Jika selama 2-4 minggu naskahmu tidak diterima, berikan ke media cetak atau koran lain.
  16. Selamat mencoba kawan.

kira-kira seperti itu cara untuk menembus koran jakarta. 
Buat yang mau tau resensi saya di korjak, saya berikan link nya :


Ada reward untuk peresensi buku untuk tiap resensi kalian yang dipublikasikan. Untuk lebih jelasnya kalian bisa lihat postingan ini
https://kelvinwijayaobrien12.blogspot.com/2018/11/salam-literasi-kembali-lagi-bersama.html?m=1


sekian dulu, sampai bertemu di postingan-postingan lainnya !